Lambang Resmi Puri Tanjung Sari Pemecutan

Arti Simbol & Makna Lambang

Menyelami filosofi suci, jejak historis leluhur, dan amanat kebajikan di balik setiap guratan lambang resmi Puri Tanjung Sari Pemecutan & Semeton Agung Lanang Tanjung.

ᬳᬭ᭄ᬢᬶᬲᬶᬫ᭄ᬩᭀᬮ᭄ᬫᬶᬯᬄᬮᬫ᭄ᬩᬂᬧᬸᬭᬶ᭞᭞

Pusaka Identitas Penjaga Tradisi

Lambang kebesaran Puri Tanjung Sari Pemecutan bukan sekadar kreasi estetika visual, melainkan kristalisasi sumpah kesetiaan, nilai-nilai ksatrya, serta kompas moral bagi seluruh keluarga besar Semeton Agung Lanang Tanjung untuk senantiasa mengabdi pada kebenaran dharma, persaudaraan sejati, dan kemaslahatan jagat raya.

Delapan Unsur Lambang Kebesaran

Setiap ornamen yang terangkum dalam lambang puri memiliki landasan sastra, kosmologi, dan ikatan historis yang agung.

Damar (Pelita Suci)

01

Adalah simbol historis yang mengingatkan bahwa cikal bakal Semeton Agung Lanang Tanjung, Puri Tanjung Sari Pemecutan, dan Puri Agung Pemecutan berasal dari trah agung Arya Damar (Adityawarman).

Kepribadian luhur, keteladanan kepemimpinan, dan kewibawaan yang memancar dari diri Arya Damar diharapkan senantiasa bertumbuh subur di dalam diri setiap sentana untuk diabdikan kepada keluarga, masyarakat, nusa, dan bangsa.

Sinar Asta Dala

02

Pancaran sinar dari Damar yang menyebar ke delapan penjuru mata angin (Asta Dala) melambangkan keturunan pendiri Puri Agung Pemecutan yang menyebar luas menaungi kedelapan penjuru jagat, terutama di seluruh wilayah Badung dan Bali.

Simbol ini menjadi pilar pengingat bahwa para leluhur agung yang mendirikan puri wajib senantiasa dihormati, disucikan eksistensinya, dan diteruskan nilai-nilai keteladanannya.

Aksara Suci Ongkara

03

Wujud representasi aksara suci tertinggi dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) sebagai asal mula dan muara dari seluruh alam semesta (Sangkan Paraning Dumadi).

Simbol ini menegaskan bahwa Semeton Agung Lanang Tanjung Puri Tanjung Sari Pemecutan berkewajiban untuk senantiasa bersujud bakti, memohon tuntunan batin serta waranugraha-NYA dalam setiap denyut langkah kehidupan.

Tulup Empet

04

Tulup Empet (senjata tulup tanpa lubang) merupakan simbol historis sakral yang memiliki ikatan magis mendalam bagi keluarga besar Pemecutan.

Pusaka ini melambangkan kejayaan dan kemenangan ksatrya yang diraih dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran (Dharma), menundukkan hawa nafsu angkara murka, serta menjaga marwah kehormatan leluhur.

Pecut Sakti

05

Simbol historis abadi bahwa kejayaan kerajaan pernah diraih dengan bersenjatakan pusaka pecut (cambuk sakti).

Simbol ini mengingatkan pada tonggak sejarah asal-usul nama puri dan trah kebesaran, yang berakar dari kata "Pecut" berevolusi menjadi "Pemecutan", yang sekaligus menjadi gelar kehormatan pendiri Kerajaan Badung.

Segi Lima Sama Sisi

06

Bingkai segi lima berlatar Bunga Naga Sari menegaskan bahwa Warga Ageng Pemecutan berazaskan nilai Pancasila dan UUD 1945, serta memegang teguh 5 Pedoman Kepemimpinan Luhur:

  • Kesusilaan (Etika moral luhur)
  • Pageh ring Keraton utawi Rajaniti (Kukuh pada amanah)
  • Satia Wecana (Teguh pada sumpah dan janji)
  • Ngepahayu Semeton muang Jagat (Menyejahterakan semeton)
  • Bakti ring Sang Hyang Widhi Wasa (Tunduk pada hukum Tuhan)

Pita Pengikat

07

Tali pengikat pita bertuliskan "Puri Tanjung Sari Pemecutan" merangkum makna filosofis persatuan monolitik.

Ini adalah ikatan abadi yang merangkul dan menyatukan seluruh Semeton Agung Lanang Tanjung di mana pun berada, memelihara prinsip kebersamaan Menyama Braya dan empati Tat Twam Asi.

Sekar Tanjung

08

Sekar Tanjung yang mekar dan kuncup (pusuh) adalah identitas geneologis utama bahwa semeton merupakan Warih Ida Bhatara Kyai Agung Nengah Tanjung.

Bunga Mekar: Simbol kejayaan semeton yang senantiasa menebarkan keharuman budi pekerti bagi sesama.

Pusuh (Kuncup): Simbol regenerasi, di mana para Yowana Ksatrya Nayottama disiapkan menjadi tunas penerus yang tangguh, cerdas, dan berbakti.

Kosmologi Catur Warna

Empat pilar warna sakral yang mencerminkan keselarasan kosmik Pangider Bhuana dan karakter sejati keluarga besar ksatrya.

Kuning

Pascima / Barat

Simbol kemegahan, kemuliaan budi, kebijaksanaan, dan keagungan rohani dalam naungan Sang Hyang Mahadewa.

Putih

Purwa / Timur

Simbol kesucian batin, ketulusan niat, dan kemurnian Tri Kaya Parisudha dalam naungan Sang Hyang Iswara.

Merah

Daksina / Selatan

Simbol keberanian ksatrya, ketegasan sikap, dan api semangat menegakkan dharma dalam naungan Sang Hyang Brahma.

Hitam

Uttara / Utara

Simbol keteguhan prinsip, kekuatan proteksi, dan akar identitas Badung (Badeng) dalam naungan Sang Hyang Wisnu.

Kesatuan Tri Datu & Kesadaran Hukum Tri Kona

Paduan warna Merah, Putih, dan Hitam (Tri Datu) melambangkan keagungan kemahakuasaan Tuhan dalam siklus abadi Tri Kona: Utpati (penciptaan), Stiti (pemeliharaan), dan Pralina (peleburan).

"Kesadaran ini mengajarkan bahwa segala yang hidup terikat oleh batas kefanaan alam semesta. Oleh karena itu, seluruh Semeton Agung Lanang Tanjung dipanggil untuk senantiasa rendah hati, tidak diperkenankan bersikap takabur, angkuh, maupun sombong."

Dengan penuh rasa hormat dan kebanggaan, lambang kebesaran ini kita junjung sebagai kompas moral dalam memelihara keluhuran nama keluarga besar serta meneruskan nilai-nilai kebajikan leluhur.

"Satu keluarga, satu jiwa, satu tujuan – menjaga kehormatan, melestarikan tradisi, dan mengharumkan nama Semeton Agung Lanang Tanjung Puri Tanjung Sari Pemecutan."
🪷
?
Scroll to Top