Arti Simbol & Makna Lambang
Membedah nilai-nilai luhur yang tersirat dalam wujud kebanggaan Semeton Agung Lanang Tanjung.
Lambang atau logo merupakan sebuah simbol yang mengandung banyak arti dan filosofi. Sebuah logo dapat menjadi representasi identitas, kebanggaan, inspirasi, kepercayaan, kehormatan, kesuksesan, loyalitas, dan keunggulan yang tersirat dalam suatu bentuk atau gambar.
Tanggung Jawab Semeton Agung Lanang Tanjung
Oleh karena itu, sebagai bagian dari Trah Pemecutan, Semeton Agung Lanang Tanjung memiliki kewajiban untuk mengangkat kembali nilai-nilai luhur yang diwarisi oleh Leluhur Pemecutan, yang diwujudkan melalui lambang ini.
Lambang ini menegaskan bahwa Puri Tanjung Sari Pemecutan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Puri Agung Pemecutan.
Adalah simbol historis yang mengingatkan bahwa cikal bakal Semeton Agung Lanang Tanjung, Puri Tanjung Sari Pemecutan, dan Puri Agung Pemecutan berasal dari keturunan Arya Damar atau Adityawarman.
Diharapkan bahwa kepribadian luhur yang melekat dan memancar dari diri Arya Damar dapat ditumbuhkembangkan dengan subur di dalam diri setiap orang yang merasa dirinya keturunan Arya Damar, untuk senantiasa diabdikan kepada Nusa dan Bangsa.
Sinar dari Damar yang menggambarkan persegi delapan adalah simbol dari keturunan pendiri Puri Agung Pemecutan yang menyebar di kedelapan penjuru angin, terutama di wilayah Badung.
Beliau-beliau yang menjadi leluhur semua keturunan selanjutnya harus selalu diingat dan dihormati eksistensinya.
Adalah wujud representasi suci dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Simbol ini bermakna bahwa Semeton Agung Lanang Tanjung Puri Tanjung Sari Pemecutan berkewajiban untuk selalu sujud bakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, memohon tuntunan serta waranugraha-NYA dalam setiap langkah kehidupan.
Tulup Empet (Tanpa Lubang) adalah simbol historis yang sangat kuat bagi keluarga besar pemecutan.
Senjata ini melambangkan kejayaan yang diperoleh dengan bersenjatakan tulup empet di dalam upaya menegakkan nilai-nilai Dharma (Kebenaran).
Adalah simbol historis bahwa kejayaan pernah diraih dengan bersenjatakan pecut (cambuk).
Simbol ini mengingatkan pada sejarah asal-usul nama tempat dan nama puri, yang berasal dari kata “Pecut” berevolusi menjadi “Pemecutan”, yang sekaligus menjadi nama kebesaran pendiri kerajaan Badung.
Segi lima sama sisi dengan latar belakang Bunga Naga Sari menegaskan bahwa Warga Ageng Pemecutan berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Bentuk ini juga mengingatkan pada 5 (lima) warisan nilai-nilai luhur yang pernah dijadikan pedoman di dalam melaksanakan kepemimpinan, bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat yang berhasil membawa kemegahan dan kejayaan, yaitu:
- Kesusilaan
- Pageh ring Keraton utawi Rajaniti
- Satia Wecana
- Ngepahayu Semeton muang jagat
- Bakti ring Sang Hyang Widhi Wasa
Tali pengikat pita bertuliskan "Puri Tanjung Sari Pemecutan" memegang makna persatuan.
Ini adalah simbol kuat bahwa Puri Tanjung Sari Pemecutan merupakan sebuah tali pengikat yang merangkul dan menyatukan seluruh Semeton Agung Lanang Tanjung di mana pun mereka berada.
Sekar Tanjung yang sedang mekar dan Pusuh Sekar Tanjung adalah identitas utama bahwa Semeton Agung Lanang Tanjung merupakan Warih Ida Bhatara Kyai Agung Nengah Tanjung.
Bunga yang sedang mekar menyimbolkan Semeton Agung Lanang Tanjung selalu dalam kejayaan, wangi semerbak, dan mengharumkan nama keluarga besar.
Pusuh (Kuncup) sebagai simbol kelanggengan di mana para Yowana (generasi muda) disiapkan untuk tumbuh kembang sebagai penerus yang berbakti pada leluhur dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Filosofi Warna
Kuning
Simbol kemegahan, kemuliaan, serta kejayaan yang paripurna.
Putih
Simbol kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan (Tri Kaya Parisudha).
Merah
Simbol keberanian dalam membela dan menegakkan kebenaran.
Hitam
Simbol identitas Badung yang berasal dari kata “Badeng” (Hitam).
Kesatuan Merah, Hitam, & Putih (Tri Datu)
Adalah simbol Kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa bahwa segala yang ada di dunia ini tidak terbebas dari hukum Tri Kona (Utpati, Stiti, Pralina) yaitu diciptakan, dihidupkan, dan mati. Artinya segala yang hidup di dunia terikat oleh Hukum Keterbatasan.
"Oleh karena itu, seluruh Semeton Agung Lanang Tanjung harus menyadari keterbatasan diri, dan tidak diperkenankan untuk takabur, angkuh, maupun sombong."
Sebagai bagian dari keluarga besar Semeton Agung Lanang Tanjung Puri Tanjung Sari Pemecutan, marilah kita bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan luhur yang telah ditinggalkan oleh leluhur kita.
Dengan penuh rasa hormat dan kebanggaan, kita jadikan lambang ini sebagai pengingat akan tanggung jawab kita untuk terus memelihara nama baik keluarga besar serta meneruskan nilai-nilai kebajikan yang telah diajarkan. Semoga setiap langkah yang kita ambil senantiasa dilandasi oleh kebijaksanaan dan tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Dengan semangat kebersamaan, mari kita bangun masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus, menjaga kejayaan, dan mengharumkan nama keluarga besar kita, Puri Tanjung Sari Pemecutan, di mana pun kita berada.