Mengikat Nilai Agama, Budaya, dan Kekeluargaan: Upacara Nuntun di Merajan Agung Puri Tanjung Sari Pemecutan
Denpasar, 29 Juli 2026 – Suasana khusyuk dan penuh kesucian menyelimuti kawasan Merajan Agung Puri Tanjung Sari Pemecutan (PTSP) pada […]
Denpasar, 29 Juli 2026 – Suasana khusyuk dan penuh kesucian menyelimuti kawasan Merajan Agung Puri Tanjung Sari Pemecutan (PTSP) pada […]
Pemecutan, Denpasar – Di tengah gempuran modernisasi yang mengikis sekat-sekat sosial, Puri Tanjungsari Pemecutan, khususnya di lingkungan Pemerajan Agung, membuktikan
Dunia hari ini bergerak begitu cepat di dalam genggaman tangan kita. Melalui layar ponsel, kita bisa terhubung dengan siapa saja,
Dalam tradisi pewarigaan Hindu di Bali, penentuan hari baik (Subha Dewasa) sering kali memicu diskusi di masyarakat. Salah satu pertanyaan
Halo Semeton Sedharma yang Terkasih, Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sebagai bagian dari komitmen
Falsafah Harmoni dan Keseimbangan Hidup Bali bukan sekadar tentang keindahan alam, melainkan tentang jiwa yang berdenyut selaras dengan napas semesta.
Dalam bentangan tradisi luhur Bali, persaudaraan bukanlah sekadar pertalian darah, melainkan ikatan spiritual yang diikat oleh nafas dharma. Bagi keluarga
Tri Hita Karana merupakan filosofi hidup masyarakat Hindu Bali yang mengajarkan tentang tiga penyebab kebahagiaan. Falsafah ini menjadi landasan utama
Kerajaan Badung merupakan salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh di Pulau Bali. Berpusat di wilayah yang kini dikenal sebagai
Arsitektur Puri (istana kerajaan) di Bali bukan sekadar bangunan fisik, melainkan perwujudan kosmologi Hindu yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, sosial, dan
Bertanya seputar Puri Tanjung Sari
Sebelum memulai percakapan, mohon isi data berikut: